Peringatan Maulid Nabi, Wahana Pendidikan Beroraganisasi Siswa

Apa yang dilihat, didengar dan dirasa merupakan serangkaian pendidikan yang dikemudian hari akan dirsakan oleh siswa. Untuk mewujudkan miliu pendidikan seperti ungkapan diatas, SMP Fullday Al-Muhajirin melalui serangkaian kegiatan dan program yang dikerjakan bertujuan untuk memberikan nilai-nilai pendidikan kepada para siswanya.

Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) yang termasuk didialamnya adalah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan proses dari pendidikan itu sendiri, peringatan Maulid yang diselenggarakan pada Selasa  20 Januari 2015 di Masjid Al-Madinah SMP Fullday Al-Muhajirin diisi dengan Tausiyah hikmah maulid dan kreativitas siswa.

Pelakasanaan kegiatan tersebut, kepanitiaanya dilaksanakan oleh OSIS SMP Fullday, hal ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman berorganisasi kepada siswa terutama dalam menyelenggarakan kegiatan kemasyarakatan seperti Maulid Nabi.

Selain panitia yang mempersiapkan acara, para pengisi acarapun semuanya adalah siswa kelas 8 SMP Fullday. Sebagai Pemabawa acara Jihan dan Rofa, Pemabaca Al-Quran Zia dan Uswah, Pemabaca Tahlil Sulthan, Pemabaca Sholawat Zahra dan pemimpin doa Jabbar.

Menurut Kepala Sekolah ketika dikonfirmasi tentang hal ini, beliau menyampaikan bahwa tujuan melibatkan siswa sebagai panitia dan pengisi acara untuk memberikan pengalaman dan pembelajaran langsung dalam mengelola event atau acara. ABG2 

Biasakan Shalat Duha Hingga Tahajud Bersama

Abdul Muhit / PASUNDAN EKPRESS

SMP Fullday Al-Muhajirin Seimbangkan Intelektual dan Spiritual
Ada sesuatu yang berbeda di SMP Fullday Al-Muhajirin. Sekolah tersebut berbeda dengan sekolah yang lainnya satu hari penuh siswa diberikan pencerahan dengan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari pagi hingga pukul 16.00 WIB. Namanya juga sekolah fullday tiada waktu santai bermain untuk anak di luar sekolah. Karena anak sebagai penerus generasi bangsa maka mulai dari sejak dini anak-anak harus didik dengan serius.
SMP Fullday Al-Muhajirin sekolah menjadi pelopor yang ada di Purwakarta, kegiatan belajar siswa di sekolah tersebut selama satu hari penuh siswa tidak disibukan dengan kegiatan bermain di luar. Tetapi siswa mengisinya dengan kegiatan-kegiatn yang bermanfaat untuk kehidupannya.
”Yang menjadi perbedaan sekolah disini dengan diluar diantaranya,dari muatan pelajaran keislamannya lebih menjadi prioritas, karena bagaimanapun SMP Fullday Al-Muhajairin, yang lahir dari tubuh Pesantren Al-Muhajirin. Membawakan misi keislaman, karena pendidikan sebagai media yang sangat tepat untuk berdakwah,” ungkap Enang Sutiana SPd, pelaksana harian SMP Fullday Al-Muhajirin kepada Pasundan Ekspres Selasa (20/11).
Menurutnya, dakwah melalui pendidikan tidak hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapai kecerdasan yang dimiliki siswa harus ada asas keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual yang harus diutamakan. “Sekolah kami sangat mengutamakan pemahaman keagamaan, siswa agar tidak jenuh ketika belajar terus, siswa diwajibkan mengikuti beberapa ekstrakulikuler, seperti paskibra, musik islami, pramuka.” ungkap Enang Sutiana.
Ia menceritakan, ada hal yang berubah pada paradigma berpikir masyarakat bahwa sekolah agama itu kumuh, sekolah agama itu tidak asik. Maka dari itu pihaknya mengemas sesuatu yang berbeda.  “Apa yang dulu dikatakan sekolah agama tidak seperti itu, kami membuat inovasi agar anak yang sekolah SMP Fullday Al-Muhajirin yang berbasis  agama ini, agar tidak minder, ada rasa kebangaan ketika mereka sekolah di sini,” katanya.
Setiap sesuatu apapun ada perbedaan dan ada kesamaan, perbedaan dari sekolahnya, muatan pelajaran agama lebih banyak dibanding dengan sekolah yang lainnya.  Kalau di umum pelajaran agama itu hanya 2 jam. “Tetapi kalau di sini dalam satu minggu 10 jam jadi seimbang antara pelajaran umum dan pelajaran agama,” tuturnya.
Entang menjelaskan lebih jauh, tidak hanya pelajaran agama yang menjadi pembeda dengan sekolah lain. Pihak pengelola memberikan pelajaran pembiasaan kepada siswa. “Seperti pembiasaan salat berjamaah, salat dhuha dan salat dhuhur. Ada juga program berjamaah tahajud bersama bagi para siswa. Yang mungkin di sekolah lain tidak ada,” ungkapnya.
Pada pelajaran agama SMP tersebut tidak terlalu fokus pada nilai-nilai teoritis, tatapi harus ada prakteknya. ”Ketika menyampaikan materi-materi, kami mengupayakan pembelajaran sifatnya praktek, contoh. Ketika menyampaikan materi fiqih bab thoharoh, yang disampaikan bukan hanya teori tetapi langsung dipraktekan, bagaimana tata cara thoharoh yang benar,” lanjutnya.
Ada juga kegiatan pembiasaan menumbuhkan nilai etika kepada siswa, contoh. Dalam hadis dijelaskan tidak boleh makan sambil berdiri, anak-anak yang makan berdiri diberi pemahaman kalau makan tidak boleh berdiri. “Anak-anak sering kami ingatkan selalu dengan nasihat yang baik. Mudah-mudah dengan pembiasaan yang baik ini, bisa menjadi karakter dimanapun siswa berada,” tuturnya.
Pembina OSIS SMP Fullday Al-Muhajirin Burhanudin menceritakan, keadaan siswa setelah menjalani program terus menunjukkan peningkatan. “Kondisi siswa saat ini alhamdullilah waktu demi waktu banyak perubahan, khususnya di bidang keagamaan. Awalnya mereka berani meninggalkan salat, tidak suka baca Alquran, tetapi sekarang mereka merasa berat untuk meninggalkan semua itu. Walaupun mereka merasa berat lama kelamaan mereka terbiasa,” tuturnya sambil menceritakan murid-muridnya yang cerdas.(*)
ABDUL MUHIT – PURWAKARTA /  www.pasundanekpress.com

Program Kesiswaan Menumbuhkan daya Kreatif dan Kejuangan Siswa


Program pendidikan yang kami tawarkan adalah membantu siswa yang memasuki masa remaja awal untuk tumbuh dan berkembang secara berimbang dan utuh. Sekolah selain sebagai lembaga formal yang meningkatkan kualitas intelektual (Intelegence Quotient) adalah juga tempat yang kondusif bagi peningkatan kualitas kecerdasan emosional (Emotianal Quotient), kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient) dan kecerdasan kreatifitas (Creativity Quotient) maupun kemampuan mereka dalam menghadapi kehidupan (Adversity Quotient).
Semua usaha peningkatan kelima kecerdasan tersebut dicapai dengan mengadakan berbagai kegiatan yang berorientasi pada akal fikiran, emosi, hati maupun fisik mereka. Beberapa program yang diadakan diantaranya:
1. Program Kepanduan, Palang Merah Remaja dan PASKIBRA
Program ini bersifat wajib bagi semua siswa. Melalui Kepanduan, PMR dan PASKIBRA ketrampilan, ketangkasan dan ketangguhan jasmani dan ruhani serta kepedulian dan kedisiplinan  siswa diasah dan ditingkatkan.
2. Program Spiritual Day
Program ini adalah program pendampingan agama Islam. Wujud program ini adalah pertemuan seminggu sekali selama 2 jam penuh (2 x 60 M) setiap hari Jum'at pagi yang berisi program bimbingan keagamaan dengan berbagai permasalahan yang dibahas secara komprehensif oleh ustadz/ah yang bertindak sebagai mentor. Pada pertemuan ini siswa dibantu untuk dapat memahami Agama Islam secara utuh sehingga siswa menjadi paham tentang pentingnya beragama.
3. Program Muhadhoroh (latihan pidato)
Program ini adalah program untuk meningkatkan kemampuan berpidato bagi siswa. Program ini dilaksanakan setiap hari Jum'at Pukul 14.20 sampai 15.20. Setiap siswa wajib berpidato secara bergiliran yang tergabung dalam kelompok-kelompok kecil. Selain latihan berpidato siswa juga dituntut untuk mampu menjadi Pembawa Acara (MC), pembaca sholawat, Tahlil, memimpin do'a dan mengatur acara keagamaan yang biasa diadakan dimasyarakat.  Program ini dapat meningkatkan kecerdasan Linguistic siswa yakni kemampuan untuk mengungkapkan pikiran dalam bentuk verbal baik tulisan maupun lisan.
4. Program Pembiasaan Ibadah
Program ini adalah program untuk membiasakan siswa istiqomah dalam melakukan amal ibadah. Ibadah yang dibiasakan bagi siswa diantaranya sholat berjama’ah, membaca dzikir Al Ma’tsurat setelah sholat Ashar berjama’ah, sholat dhuha setiap hari, puasa sunah pada waktu-waktu yang disunahkan untuk berpuasa sunah. Selain itu adalah membaca Al Qur’an setiap pagi sebelum mata pelajaran jam pertama dimulai.
5. Program Muhadhoroh dan Tadarus Keliling
Program ini adalah program kelas. Setiap kelas mengadakan muhadhoroh dan tadarus keliling setiap 2 minggu sekali dari rumah siswa yang satu dengan siswa yang lain. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pidato siswa dan keberanian berbicara didepan masyarakat serta kualitas tilawah Al Qur’an dan menjalin silaturahmi antara sekolah dengan orang tua/ wali siswa. Demikian juga antara siswa yang satu dengan siswa yang lain.
6. Program Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit)
Dalam program ini semua siswa bermalam di sekolah.program ini diselenggarakn pada pertangahan bulan Ramadhan. Selama bermalam disekolah diadakan kajian Islam dan sholat malam berjama’ah. Kegiatan ini diadakan satu tahun satu kali.
7. Program Field Trip (Kunjungan siswa).
Kunjungan Ke Bank Muamalat Indonesia
Program ini untuk meningkatkan wawasan ilmiah siswa dengan mengunjungi tempat-tempat tertentu seperti pusat penelitian, perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, ataupun suatu badan usaha. Program ini diadakan minimal empat kali setiap satu tahun pelajaran.
8. Program Perkemahan Sabtu Ahad (Persada)
Program ini berbentuk berkemah di alam bebas. Pada saat berkemah ini siswa mengikuti serangkaian kegiatan di alam yang bermanfaat bagi mereka.
9. Niasaiyah (Program Kewanitaan)
Progrm ini berisi kajian Fiqih tentang wanita, keterampilan menjahit, bordir dan memasak. kegiatan ini diselenggarakan pada hari jum'at bertepatan dengan waktu shalat jum'at siswa laki-laki.

Masih banyak kegiatan-kegiatan lain yang sifatnya terjadwal dan
insidental seperti daurah (Kajian Ilmu), Study Tour, Tarhib Ramadhan ataupun aksi-aksi kemanusiaan merespon berbagai peristiwa nasional maupun internasional.

Kisah: Jendela Kereta Api

Hari itu, di kereta api terdapat seorang pemuda bersama ayahnya. Pemuda itu berusia 24 tahun, sudah cukup dewasa tentu. Di dalam kereta, pemuda itu memandang keluar jendela kereta, lalu berkata pada Ayahnya. "Ayah lihat, pohon-pohon itu sedang berlarian".
 
Sepasang anak muda duduk berdekatan. Keduanya melihat pemuda 24 tahun tadi dengan kasihan. Bagaimana tidak, untuk seukuran usianya, kelakuan pemuda itu tampak begitu kekanakan. Namun seolah tak peduli, si pemuda tadi tiba-tiba berkata lagi dengan antusiasnya, "Ayah lihatlah, awan itu sepertinya sedang mengikut kita!".

Kedua pasangan muda itu tampak tak sabar, lalu berkata kepada sang Ayah dari pemuda itu. "Kenapa Anda tidak membawa putra Anda itu ke seorang dokter yang bagus?".

Sang Ayah hanya tersenyum, lalu berkata. "Sudah saya bawa, dan sebenarnya kami ini baru saja dari rumah sakit. Anak saya ini sebelumnya buta semenjak kecil, dan ia baru mendapatkan penglihatannya hari ini".

Sahabat, setiap manusia di planet ini memiliki ceritanya masing-masing. Jangan langsung kita men-judge seseorang sebelum kita mengenalnya benar. Karena kebenaran boleh jadi mengejutkan kita. Selalu berprasangka baik kepada setiap orang, karena itu yang diajarkan nabimu, dan itulah cara yang baik untuk hidup.

Sumber: www.kisahinspirasi.com

Asal Usul Tiup Terompet Malam Tahun Baru

Di era modern kayak gini nih merayakan tahun baru rasanya gak lengkap bila tidak meniup terompet. Makanya gak heran setiap pada pergantian tahun ratusan terompet berbagai ukuran berpose ditepi jalan. Namun masalahnya siapa sih yang mempopulerkan penggunaan terompet pada malam tahun baru ? Nah begini nih ceritanya.
Semula, budaya meniup terompet ini merupakan budaya masyarakat Yahudi saat menyambut tahun baru bangsa mereka yang jatuh pada pada bulan ke tujuh pada sistem penanggalan mereka atau yang biasa disebut Rosh Hashanah (bahasa Ibrani: ראש השנה). Sebenarnya, Yudaisme memiliki empat hari”tahun baru” yang menandai berbagai “tahun” resmi, seperti halnya 1 Januari menandai tahun baru dalam penanggalan Gregorian. Rosh Hashanah adalah tahun baru untuk manusia, binatang, dan kontrak hukum. Pada malam Rosh Hashanah ini, masyarakat Yahudi melakukan introspeksi diri dengan tradisi meniup shofa, sebuah alat musik sejenis terompet. Bunyi shofar mirip sekali dengan bunyi terompet kertas yang dibunyikan orang Indonesia di malam Tahun Baru. Kalau dilihat dari kacamata orang music nih ya, shofar digolongkan sebagai terompet. Nah terompet sendiri diperkirakan sudah ada sejak tahun 1.500 sebelum Masehi. Pada awalnya, terompet digunakan untuk keperluan ritual agama dan juga digunakan dalam militer teruta saat akan berperang. Ketika masa pertengahan Renaisance, terompet berubah fungsi menjadi alat musik hingga saat ini. Nah itulah cerita tentang terompet dan Rosh Hashanah.

Tapi tenang aja ceritanya belum berakhir kok. Cerita berlanjut ketika Panglima Pompey dari Kekaisaran Romawi Kuno menguasai Yerusalem pada tahun 63 SM, orang-orang Yahudi mulai mengikuti Kalender Julian (Kalender Bangsa Romawi yang menjajahnya). Setelah kejadian itu penggunaan kalender Ibrani mulai menurun. Apalagi setelah berdiri negara Israel pada tahun 1948 M. Mereka lebih menyukai Kalender Gregorian untuk kehidupan pribadi dan kehidupan publik mereka. Dan sejak tahun 1980an, bangsa Yahudi sekuler justru mengadopsi kebiasaan Perayaan Tahun Baru Gregorian (Tahun Baru Masehi) yang biasanya dikenal dengan sebutan ”Sylvester Night” dengan berpesta pada malam 31 Desember hingga 1 Januari. Akhirnya dengan percampuran dua budaya itu akhirnya lahirlah tiup terompet pada malam tahun baru.
Nah itulah cerita di balik layar tentang gimana sih asal usulnya tiup terompet pada malam tahun baru. Semoga setelah baca ini kita bisa sedikit melek terhadap kondisi masyarakat saat ini. Dan bukan berarti kalo niup terompet budaya orang Yahudi terus kalo ngrayain tahun baru gak pake terompet dibolehin ya. Terus belajar dan tetap ikuti tulisan kami berikutnya. (disadur dari beberapa sumber)

Foto: Raker dan Outbond di Wanayasa

Pembukaan Raker 2014 di Wanayasa
Kepala Sekolah menyampaikan materi Tupoksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Divisi HRD Yayasan Al-Muhajirin Deden Saepudin, menyampaikan materi kepegawaian

Senam supaya tetap fit selama Raker dan siap Outbon...

Serius mencoba memakai tali rapling untuk keselamatan selama outbond
Mantap Sate maranggi wanayasa memang ya...mii. jangan lupa makan walau sibuk aktivitas
Berpose sebelum outbond, udara kaki gunung burangrang memang suejuk



Walau jarak yang ditempuh cukup jauh tapi kami tetap semangat.. Allohu akabar


Bersaing tapi tetap sportif dan ceria dalam dinamika kelompok





Horeee.... maaa aku bisa manjat......
Awas jatuh anak.. nanti bapak mu marah. Anak guru yang ikutpun turut menikmati kegiatan





Out Bond Guru SMP Fullday di Kaki Gunung Burangrang, Satu Langkah Satu Visi untuk kemajuan Bersama





Sebuah pepatah bijak mengatakan Arrohatu Tabdilu Al-Amal. Pepatah tersebut mengajarkan kepada kita bahwa istirahat itu sejatinya adalah pergantian dari satu pekerjaan ke bentuk pekerjaan yang lain.
Libur sekolah semester ganjil yang cukup panjang tak ingin disia-siakan begitu saja berlalu, seluruh tenaga pendidik dan kependidikan dilingkungan SMP Fullday Al-Muhajirin segera berancang-ancang untuk menghadapi semester berikutnya sekaligus mengevaluasi kinerja pada semester yang telah lalu. Selama dua hari para guru dan staf melakukan Rapat kerja (Raker) dan kegiatan Out Bond, dalam kegiatan raker yang mengambil tempat didaerah Wanayasa ini para guru dan staf bersama-sama mengevaluasi kinerja untuk perbaikan dan merancang kinerja yang lebih baik serta pelayanan yang lebih prima.

Acara raker sendiri berlangsung pada tanggal 22 Desember 2014, para peserta raker secara bersama-sama start dari sekolah menuju lokasi raker pukul 06.30 dan raker sendiri dimulai pada pukul 09.30 dan berakhir pukul 21.15. Cuaca dingin pegunungan yang disertai hujan tak menyurutkan semangat para peserta untuk membahas agen Raker sampai tuntas.

Sebagai bagian dari kegiatan Raker tanggal 23 Desember 2015 peserta bersama-sama menyusuri jalanan pegunungan dan hamparan kebun teh untuk melaksanakan out bond di kaki gunung burangrang. Perjalanan berjarak kurang lebih 3 KM ini mampu dilalui peserta dengan ceria karena menikmati hawa pegunungan yang sejuk dengan pemandangan yang memanjakan mata.

Dalam kegiatan out bond tersebut para peserta yang dibimbinmg tim Pecinta Alam Janadri Purwakarta, secara berkelompok bermain beraneka games yang disajikan penuh kebersamaan dan kecerian serta penuh tanggung jawab, kegiatan outbond sendiri ditutup dengan kegiatan Rapling dengan cara menyebarangi pohon dengan menggunakan seutas tali.

So selamat kepada para guru dan staf SMP Fullday semoga kebersamaan yang tumbuh dari  Raker tersebut bisa meningkatkan layanan dan mutu pendidikan di SMP Fullday.
Mau lihat Photo lengkapnya Klik disini
ABG2

Seputar SMP Fullday

Islam Pos

Galeri Foto

Pengumuman

Total Kunjungan

Alamat Kampus

Jalan Ipik Gandamanah No. 33
Ciseureuh - Purwakarta
smpalmuhajirin@outlook.com
0264 - 8227910

Copyright © SMP Fullday Al-Muhajirin | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Edited by Fauzi Ahmad