SUATU pagi seorang anak gadis berkata pada ibunya: “Ibu, ibu selalu terlihat cantik. Aku ingin seperti ibu, beritahu aku caranya.”
Dengan tatapan lembut dan senyum haru, sang ibu menjawab:
“Untuk bibir yang menarik, ucapkanlah perkataan yang baik.”
“Untuk pipi yang lesung, tebarkanlah senyum ikhlas kepada siapapun.”
“ Untuk mata yang indah menawan, lihatlah selalu kebaikan orang lain.”
“ Untuk tubuh yang langsing, sisihkanlah makanan umtuk fakir miskin.”
“ Untuk jemari tangan yang lentik menawan, hitunglah kebajikan yang telah di perbuat orang kepadamu.”
“ Untuk wajah putih bercahaya, bersihkan kekotoran batin…”
Anakku…
Janganlah sombong akan kecantikan fisik, karena itu akan pudar oleh waktu.
Kecantikan perilaku tidak akan pudar walau oleh kematian….
Jika anda BENAR, maka anda tidak perlu marah.
Jika anda SALAH, maka anda wajib minta maaf.
Kesabaran dengan keluarga adalah KASIH.
Kesabaran dengan orang lain adalah HORMAT
Kesabaran dengan diri sendiri adalah KEYAKINAN
Kesabaran dengan Allah adalah IMAN.
Jangan terlalu mengingat masa lalu, karena hal itu akan membawa AIR MATA.
Jangan terlalu memikirkan masa depan, karena hal itu akan membawa KETAKUTAN.
Jalankan saat ini dengan senyuman, karena hal itu akan membawa KECERIAAN.
Setiap ujian dalam hidup ini bisa membuat anda pedih atau lebih baik.
Setiap masalah yang timbul bisa menguatkan atau menghancurkan.
Pilihan ada pada anda, apakah anda akan memilih menjadi korban atau pemenang.
Carilah hati yang indah, bukan wajah yang cantik.
Hal hal yang indah tidak selalu baik, tapi hal hal yang baik akan selalu indah…..
Tahukah kita, mengapa Allah menciptakan ruang antar jari tangan kita?
Agar seseorang yang menurut kita spesial akan datang dan mengisi ruang tersebut, dengan memegang tangan kita selamanya… []
www.islampos.com
PEMILU (Pemilihan Umum) merupakan hajatan besar  lima tahunan Bangsa Indonesia, untuk memilih calon wakil rakyat yang akan duduk di parlemen. Momentum berharga yang hanya terjadi lima tahunan ini tak ingin begitu saja dilewatkan oleh pengelola SMP Fullday Al-Muhajirin, untuk memberikan pengalaman dan pembelajaran berharga bagi para siswa untuk berperan aktif dalam kegiatan tersebut.

Tepat pada hari pencoblosan  9 April 2014, siswa SMP Fullday diberi proyek untuk mendata aktivitas seputar kegiatan pencoblosan di TPS terdekat dengan domisili siswa. Adapun data yang harus siswa kumpulkan berupa nama-nama caleg di TPS yang menjadi object penelitian, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT), tingkat partisipasi warga dalam Pemilu, serta mendata jumlah suara yang dapat dikumpulkan oleh masing-masing Partai Politik peserta pemilu dan masing-masing calon anggota legislatif pada TPS yang di survei. Hasil Quick Count para siswa ini akan dipublikasikan dalam website resmi sekolah dan majalah dinding sekolah.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman berharga bagi para siswa, serta turut berperan aktif dalam kegiatan kemasyarkatan.    

  
DAFTAR PESERTA LOLOS SELEKSI
PENERIMAAN SISWA BARU (PSB)
SMP FULLDAY AL-MUHAJIRIN
2014 - 2015

Gelombang Pertama
Tekan F5/ refresh untuk menampilkan.
Keterangan:
  • Tes Seleksi Penerimaan Siswa Baru SMP Fullday Al-Muhajirin 1415 Gelombang Pertama telah diadakan pada tanggal 29 Maret 2014.
  • Jumlah peserta tes yang hadir sebanyak 79 orang dari 81 peserta terdaftar.
  • Jumlah peserta yang lulus seleksi sebanyak 75 orang.
  • Peserta yang dinyatakan lulus diharapkan segera melakukan registrasi/ daftar ulang.
Persyaratan daftar ulang :
  • Registrasi/ daftar ulang diperuntukan bagi yang dinyatakan lolos tes seleksi PSB
  • Pembayaran registrasi minimal 50% mulai Rabu, 02 April 2014 sampai Rabu, 30 April 2014.
  • Pelunasan pembayaran paling lambat tanggal 30 Juni 2014.
  • Registrasi dan pengurusan administrasi keuangan dilaksanakan melalui BMT Kampus 2 Al-Muhajirin hari Senin - Jumat  pukul 08.00-12.00 WIB.
  • Apabila tidak melakukan registrasi maka dinyatakan mengundurkan diri.
Ada hal yang berbeda dalam pelaksanaan Ulangan Tengah Semester (UTS) semester genap tahun 2014 yang diselenggarakan 24-28 Maret 2014. Pasalnya dalam pemeriksaan hasil UTS  tidak lagi diperiksa secara manual oleh para guru, melainkan para guru memeriksanya dengan menggunakan scaner pemeriksa hasil ulangan.

Pengadaan scener untuk pemeriksaan hasil ulangan ini dimaksudkan untuk mempercepat pemeriksaan hasil ulangan, baik UTS, UAS, UKK, US maupun ulangan harian siswa. Selain pemeriksaan lebih cepat, tingkat akurasi pemeriksaan dengan scener ini lebih baik dibandingkan dengan pemeriksaan manual.

Hasil pemeriksaan ini sangat membantu guru dalam menjalankan tugasnya khususnya dalam mengevaluasi hasil ulangan, karena hasil ulangan sudah berbentuk file excel lengkap dengan analisis soal dan analisis jawaban siswa. (ABG)

"Alhamdulillah saya telah hafal surat al-Mursalat...." seru Andini sesaat setelah keluar dari rungan karantina. Andini adalah utusan SMP Fullday yang merupakan salah satu dari 40 peserta Karantina Tahfidz Metode Taat Al-Asyr" dengan target satu pekan satu Juz yang diselenggarakan Pondok Pesantren Al-Muhajirin yang bertempat Di Al-Muhajirin Kampus 3 Citapen Purwakarta.

Kegiatan yang dimulai sejak 24 Maret 2014 ini rencananya akan diselenggarakan selama 5 hari 5 malam yaitu 24-28 Maret 2014. Seluruh peserta kegiatan ini diharuskan tinggal diruang karantina sehingga aktivitas peserta hanya fokus pada menghafalkan ayat-ayat Al-Quran.

Dalam sambutan pembukaan kegiatan ini, Ketua Yayasan Al-Muhajrin Hj Ifa Faizah Rahmah, M.Pd menyampaikan bahwa  kegiatan karantina ini dimaksudkan untuk menumbuhkan bibit baru penghafal Al-Quran yang akan tumbuh subur dari para santri dilingkungan yayasan Al-Muhajirin, lebih lanjut beliau menambahkan bahwa mentor yang membimbing para peserta adalah mentor yang hasil didikan beliau telah menunjukkan kemampuan tahfidz yang luar biasa termasuk putra-putrinya. Masih lanjut Hj Ifa beliau berpesan agar seluruh peserta bersungguh-sungguh dalam kegiatan yang diprogramkan sehingga target dalam 5 hari peserta mampu menghafal 1 juz bisa tercapai.

Sementara itu mentor yang didatangkan sebagai pembimbing adalah Ustadz Yasin Munthahar, pimpinan Pondok Pesantren Al-Abqory Serang Banten. (ABG)
 
اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ اُوتُوا نَصِيْبًا مِّنَ الْكِتَابِ يُدْعَوْنَ اِلٰى كِتَابِ اللهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ يَتَوَلّٰى فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ وَهُمْ مُّعْرِضُوْنَ

Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum diantara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran).
- Q.S. Ali Imran : 23 -

                                     
اَلَمْ
Tidakkah
تَرَ
Kamu melihat
اِلَى
Kepada
الَّذِيْنَ
Orang-orang yang
اُوتُوا
Diberi
نَصِيْبًا
Bagian
مِّنَ
Dari
الْكِتَابِ kitab
يُدْعَوْنَ
(mereka) diseru
اِلٰى
Kepada
كِتَابِ
kitab
اللهِ
Allah
لِيَحْكُمَ agar (dia) menghukumi
بَيْنَهُمْ
Di antara mereka
ثُمَّ
Kemudian
يَتَوَلّٰى
Berpaling
فَرِيْقٌ
Sekelompok
مِّنْهُمْ
Dari mereka
وَ
Dan
هُمْ
mereka
مُّعْرِضُوْنَ
(mereka) mem belakangi


Setelah menggambarkan keburukan perilaku umat kafir terhadap dakwah Islamiyah yang bahkan telah terjadi sejak zaman para nabi dan rasul terdahulu dan sia-sianya amal baik yang mereka lakukan tanpa disertai keimanan dan kesesuaian dengan syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, pada QS. Ali Imran ayat 23 ini Allah menjelaskan keadaan yang lebih mengejutkan dari orang-orang Yahudi dan  Nasrani. Ternyata bukan syariat yang dibawa Nabi Muhammad saja yang enggan mereka terima dan laksanakan, tetapi juga hukum-hukum syariat yang terkandung dalam kitab-kitab yang diturunkan Allah pada nabi mereka.

Imam Jalaluddin al-Suyuthi dalam kitabnya al-Durrul Mantsur fi al-Tafsir bil ma’tsur menyebutkan bahwa Ibnu Ishaq, Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim dan Ibnul Mundzir meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Pada suatu hari Rasulullah SAW masuk ke rumah Midras yang di dalamnya terdapat orang-orang Yahudi. Lalu Nabi mengajak mereka kepada Allah. Lalu Nu’aim bin Amr dan al-Harits bin Zaid berkata, ‘Engkau sendiri beragama apa wahai Muhammad?” Nabi menjawab, ‘Agama Ibrahim.’ Mereka berkata, “Sesunguhnya Ibrahim beragama Yahudi.’ Maka Rasulullah bersabda kepada mereka, ‘Mari kita membaca taurat karena ia ada bersama kita saat ini.’ Namun mereka tidak mau melakukannya, oleh karena itulah Allah menurunkan QS. Ali Imran ayat 23-24 ini.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir al-Sa’diy mengatakan bahwa para ahli kitab ini merupakan kaum yang paling bahagia atas anugerah Allah berupa kitab-kitab yang berisi syariat. Maka sudah selayaknya mereka menjadi kaum yang paling kuat dalam meyakini dan melaksanakan syariat-syariat yang terkandung di dalamnya. Namun ternyata sebagian dari mereka memalingkan badan dan menolak dengan hati mereka. Allah berfirman:

لَقَدْ مَنَّ اللهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ إِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهِ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلَالٍ مُبِيْنٍ

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. Ali Imran: 164)

Kata nashiban minal kitab (bagian dari kitab), menurut Sayyid Quthb, menunjukkan bahwa kitab-kitab terdahulu merupakan bagian-bagian yang sesungguhnya sama-sama menetapkan keesaan uluhiyyah dan qawamah dan al-Qur’an merupakan kitab terakhir yang menjadi penghimpun dan pelengkap bagi kitab-kitab terdahulu. Sedangkan dalam tafsir al-Maraghi, kata tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar wahyu Allah dalam kitab terdahulu telah hilang dari hapalan para ahli kitab, dan sebagian dari wahyu Allah yang mereka hapal pun tidak mereka pahami dan amalkan dengan baik.

Sekarang kitab-kitab yang dianggap sebagai Taurat dan dinasabkan kepada Nabi Musa a.s. ternyata menurut sebagian peneliti Eropa ditulis 500 tahun setelah wafat beliau. Hal ini membuktikan bahwa kitab-kitab tersebut bukanlah kitab taurat yang asli.

Semua kitab samawi mengandung perintah utama yang sama yaitu Islam (tunduk, patuh, berserah diri) terhadap segala syariat yang ditetapkan Allah dan diserukan para rasul-Nya. Hukum-hukum tersebut dibuat demi kemaslahatan umat. Meskipun demikian, para ahli kitab dalam sejarah seringkali mencari hukum lain yang lebih menguntungkan hawa nafsu mereka. Allah berfirman:

وَكَيْفَ يُحَكِّمُوْنَكَ وَعِنْدَهُمُ التَّوْرٰىةُ فِيْهَا حُكْمُ اللهِ ثُمَّ يَتَوَلَّوْنَ مِنْ بَعْدِ ذٰلِكَ وَمَآ أُولٰئِكَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ

Dan bagaimanakah mereka mengangkatmu menjadi hakim mereka, padahal mereka mempunyai Taurat yang didalamnya (ada) hukum Allah, kemudian mereka berpaling sesudah itu (dari putusanmu)? Dan mereka sungguh-sungguh bukan orang yang beriman. (QS. Al-Maidah: 43)

Sejarah telah membuktikan kesombongan para ahli kitab, khususnya Yahudi, untuk mengamalkan hukum yang terkandung dalam kitab Taurat. Dalam Tafsir al-Baghawiy, disebutkan bahwa al-Kalbi meriwayatkan dari Abu Shalih dari Ibnu Abbas ada sepasang laki-laki dan perempuan penduduk Khaibar berzina, sedangkan hukuman bagi orang yang berzina dalam kitab mereka adalah rajam. Mereka enggan merajam pelaku zina tersebut karena kemuliaannya. Mereka pun mendatangi Rasulullah SAW berharap mendapatkan keringanan hukuman, namun Rasul pun menetapkan hukuman rajam. Para pelapor tetap menentang keputusan itu. Nabi SAW bersabda, ‘Antara aku dan kalian ada kitab Taurat, siapa yang paling mengetahui Taurat di antara kalian?’. Mereka merekomendasikan Ibnu Suriya agar datang ke Madinah.

Setelah tiba di hadapan Rasul, Ibnu Suriya ditanya Rasul, ‘Apakah anda Ibnu Suriya, orang Yahudi yang terpandai?’ Ia menjawab, ‘Ya, begitulah mereka menganggap saya.’ Lalu Rasul memintanya membaca ayat pada Taurat berkenaan dengan rajam. Ketika sampai pada ayat tentang rajam, ia menutupinya dengan telapak tangannya dan melewatkan bacaannya. Lalu Abdullah bin Salam berkata, ‘Wahai Rasulullah, dia melewatkan bacaannya.’ Lalu Rasul berdiri dan mengangkat tangannya sehingga Beliau mendapati hukuman rajam bagi pezina tersebut. Maka Rasul pun memerintahkan untuk merajam pezina tersebut. Kaum Yahudi pun marah dan membubarkan diri.

Menurut Sayyid Quthb, penolakan untuk menggunakan kitab sebagai sumber hukum dan pedoman dalam persoalan kehidupan merupakan sikap yang kontradiktif dengan keimanan terhadap kitab Allah yang mana pun, dan tidak sejalan dengan pengakuan mereka sebagai Ahli Kitab.

Ayat ini mengindikasikan peringatan bagi kita yang beriman kepada Allah dan kitab-kitab-Nya, agar tidak mencontoh perilaku para Ahli Kitab itu sehingga kita terhindar dari celaan dan siksa yang menimpa mereka.

Dalam kitab Taisir al-Karim al-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan disebutkan bahwa bila kita diajak untuk mengamalkan kitab Allah kita harus mendengarkan, taat, dan patuh sehingga termasuk orang-orang yang beruntung dan tidak termasuk orang-orang yang kafir. Sebagaimana firman Allah:

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِيْنَ إِذَا دُعُوْآ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُوْلُوْا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُلٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. An-Nur: 51)

وَمَنْ لَّمْ يَحْكُمْ بِمَآ أَنْزَلَ اللهُ فَأُولٰئِكَ هُمُ الْكٰفِرُوْنَ

Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (QS. Al-Maidah: 44)

Oleh: DR. KH. Abun Bunyamin, MA (Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muhajirin)
Bagi siswa dan segenap orang tua/wali yang membutuhkan informasi jadwal Ulangan Tengah Semester (UTS) tulis yang berlangsung dari 24-28 Maret 2014 bisa men-download atau melihat jadwalnya.