Biasakan Shalat Duha Hingga Tahajud Bersama

Abdul Muhit / PASUNDAN EKPRESS

SMP Fullday Al-Muhajirin Seimbangkan Intelektual dan Spiritual
Ada sesuatu yang berbeda di SMP Fullday Al-Muhajirin. Sekolah tersebut berbeda dengan sekolah yang lainnya satu hari penuh siswa diberikan pencerahan dengan kegiatan belajar mengajar (KBM) dari pagi hingga pukul 16.00 WIB. Namanya juga sekolah fullday tiada waktu santai bermain untuk anak di luar sekolah. Karena anak sebagai penerus generasi bangsa maka mulai dari sejak dini anak-anak harus didik dengan serius.
SMP Fullday Al-Muhajirin sekolah menjadi pelopor yang ada di Purwakarta, kegiatan belajar siswa di sekolah tersebut selama satu hari penuh siswa tidak disibukan dengan kegiatan bermain di luar. Tetapi siswa mengisinya dengan kegiatan-kegiatn yang bermanfaat untuk kehidupannya.
”Yang menjadi perbedaan sekolah disini dengan diluar diantaranya,dari muatan pelajaran keislamannya lebih menjadi prioritas, karena bagaimanapun SMP Fullday Al-Muhajairin, yang lahir dari tubuh Pesantren Al-Muhajirin. Membawakan misi keislaman, karena pendidikan sebagai media yang sangat tepat untuk berdakwah,” ungkap Enang Sutiana SPd, pelaksana harian SMP Fullday Al-Muhajirin kepada Pasundan Ekspres Selasa (20/11).
Menurutnya, dakwah melalui pendidikan tidak hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapai kecerdasan yang dimiliki siswa harus ada asas keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual yang harus diutamakan. “Sekolah kami sangat mengutamakan pemahaman keagamaan, siswa agar tidak jenuh ketika belajar terus, siswa diwajibkan mengikuti beberapa ekstrakulikuler, seperti paskibra, musik islami, pramuka.” ungkap Enang Sutiana.
Ia menceritakan, ada hal yang berubah pada paradigma berpikir masyarakat bahwa sekolah agama itu kumuh, sekolah agama itu tidak asik. Maka dari itu pihaknya mengemas sesuatu yang berbeda.  “Apa yang dulu dikatakan sekolah agama tidak seperti itu, kami membuat inovasi agar anak yang sekolah SMP Fullday Al-Muhajirin yang berbasis  agama ini, agar tidak minder, ada rasa kebangaan ketika mereka sekolah di sini,” katanya.
Setiap sesuatu apapun ada perbedaan dan ada kesamaan, perbedaan dari sekolahnya, muatan pelajaran agama lebih banyak dibanding dengan sekolah yang lainnya.  Kalau di umum pelajaran agama itu hanya 2 jam. “Tetapi kalau di sini dalam satu minggu 10 jam jadi seimbang antara pelajaran umum dan pelajaran agama,” tuturnya.
Entang menjelaskan lebih jauh, tidak hanya pelajaran agama yang menjadi pembeda dengan sekolah lain. Pihak pengelola memberikan pelajaran pembiasaan kepada siswa. “Seperti pembiasaan salat berjamaah, salat dhuha dan salat dhuhur. Ada juga program berjamaah tahajud bersama bagi para siswa. Yang mungkin di sekolah lain tidak ada,” ungkapnya.
Pada pelajaran agama SMP tersebut tidak terlalu fokus pada nilai-nilai teoritis, tatapi harus ada prakteknya. ”Ketika menyampaikan materi-materi, kami mengupayakan pembelajaran sifatnya praktek, contoh. Ketika menyampaikan materi fiqih bab thoharoh, yang disampaikan bukan hanya teori tetapi langsung dipraktekan, bagaimana tata cara thoharoh yang benar,” lanjutnya.
Ada juga kegiatan pembiasaan menumbuhkan nilai etika kepada siswa, contoh. Dalam hadis dijelaskan tidak boleh makan sambil berdiri, anak-anak yang makan berdiri diberi pemahaman kalau makan tidak boleh berdiri. “Anak-anak sering kami ingatkan selalu dengan nasihat yang baik. Mudah-mudah dengan pembiasaan yang baik ini, bisa menjadi karakter dimanapun siswa berada,” tuturnya.
Pembina OSIS SMP Fullday Al-Muhajirin Burhanudin menceritakan, keadaan siswa setelah menjalani program terus menunjukkan peningkatan. “Kondisi siswa saat ini alhamdullilah waktu demi waktu banyak perubahan, khususnya di bidang keagamaan. Awalnya mereka berani meninggalkan salat, tidak suka baca Alquran, tetapi sekarang mereka merasa berat untuk meninggalkan semua itu. Walaupun mereka merasa berat lama kelamaan mereka terbiasa,” tuturnya sambil menceritakan murid-muridnya yang cerdas.(*)
ABDUL MUHIT – PURWAKARTA /  www.pasundanekpress.com
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Biasakan Shalat Duha Hingga Tahajud Bersama"

 
Copyright © 2015 Fauzi Ahmad
Template by Kunci Dunia
Kembali ke atas