Tausiah: 3 Kiat Menggapai Keberkahan, Pertolongan Allah dan Kemenangan

Oleh: Wahyudin, S.Pd.I

Semua orang mendambakan untuk menjadi seorang pemenang/ juara dalam setiap aktivitas kehidupannya, hidup diberkahi, setiap kali menghadapi kesulitan senantiasa mendapatkan pertolongan Allah. Namun pertanyaannya, apa yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan itu semua? Sebagai jawabannya mari kita simak pesan Nabi kita Muhammad Saw dalam salah satu khutbahnya:

اَيُّهَاالنَّاسُ تُوْبُوْااِلَى اللهِ قَبْلَ اَنْ تَمُوْتُوْاوَبَادِرُوْابِالْعَمَلِ الصَّالِحَاتِ قَبْلَ اَنْ تَشْغُلُوْا وَصِلُوا الَّذِيْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ رَبِّكُمْ بِكَثْرَةِ ذِكْرِكُمْ وَكَثْرَةِ صَدَقَةٌ تُرْزَقُوْاوَتُنْصَرُوْاوَتُجبَرُوْا
“Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah sebelum wafat, bersegeralah beramal shaleh sebelum sibuk, pererat hubungan di antara kalian dan hubungan dengan Allah, dengan memperbanyak dzikir dan memperbanyak shodaqoh. Dengan demikian Allah akan berikan rizki yang berkah, pertolongan dan kemenangan.”

Dari teks hadits di atas sekurang-kurangnya ada 3 hal yang bisa kita lakukan untuk menggapai keberkahan, kemenangan dan pertongan Allah.

1.    Bertaubat kepada Allah Swt

Kenapa kita harus bertaubat? Jawabannya, karena manusia tidak ada yang tidak berdosa, sebagaimana kita ketahui dalam hadits yang sangat populer ”Al-Insaanu mahaalul khatha wannisyan” manusia itu tempatnya salah dan khilaf. Kemudian taubat ini tidak boleh ditunda-tunda sebagaimana firman Allah Swt dalam QS Ali Imron ayat 133:
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu(taubat)” 
Pertanyaan kembali, kenapa taubat itu harus segera? Jawabannya adalah, selain dosa itu akan menggunung, juga yang paling penting adalah bahwa kita setiap saat senantiasa diikuti oleh malaikat izrail yang akan mencabut nyawa kita. Seandainya kita wafat, sebelum bertaubat, naudzu billahi min dzalik kita akan mengakhiri hidup dalam keadaan berdosa.
Ust. Wahyudin, S.Pd.I
Seorang sufi, Imam Hasan Basri pernah mengatakan” seandainya semua orang tau bahwa kita senantiasa diikuti Malaikat Izrail, maka kita tidak akan pernah berani melakukan maksiat/durhaka kepada Allah sedetik pun karena khawatir disaat tersebut kita akan mengakhiri hidup dan mengalami akhir yang tidak baik (su’ul khotimah). Maka, berusahalah untuk tidak berbuat dosa, jika tanpa sadar melakukannya, jangan pernah menunda-nunda untuk bertaubat.

2.    Memperbanyak amal sholeh

Salah satu keharusan terpenting yang harus diwujudkan oleh setiap mu’min adalah beramal shaleh. Karena itu di dalam Al-Qur’an dan Al Hadits, kita dapati begitu banyak perintah untuk beramal shaleh bagi orang-orang yang telah mengaku beriman. Bentuk amal shaleh itu sendiri amat banyak, setiap perbuatan seorang Muslim sejak bangun tidur di pagi hari hingga tidur lagi di malam hari pada dasarnya bisa dinilai sebagai amal yang shaleh manakala memenuhi tiga kriteria. Pertama, niat yang ikhlas karena Allah Swt. Kedua, benar dalam melaksanakannya sebagaimana yang telah ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya. Ketiga, tujuannya adalah untuk mencari ridha Allah Swt.

Di dalam QS At-Tin ayat 4 dan 5 Allah Swt menjelaskan bahwa Manusia diciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk, Kemudian dia akan dikembalikan ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), hanya orang-orang yang ada iman di dalam qolbunya dan mengerjakan amal saleh; Maka bagi mereka pahala (kebaikan) yang tiada putus-putusnya.
D’Masiv dalam syair lagunya mengatakan ”tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik, Tuhan pasti kan menunjukan kebesaran dan kuasa-Nya, bagi hamba-Nya yang sabar, dan tak kenal putus asa. Allah Swt Berfirman:

اِنَّ اللهَ لَايُضِيْعُ اَجْرَالْمُحْسِنِيْنَ
"Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan sekecil apapun kebaikan (amal shaleh) yang dilakukan manusia."

3.    Mempererat tali silaturrahim

a.    Silaturrahim dengan sesama
Manusia sebagai makhluk sosial yang tak bisa hidup sendiri, sangat perlu untuk menjaga dan menguatkan tali Silaturahim, apalagi Silaturrahim menjadi salah satu ukuran keimanan seseorang, sebagaiman sabda Nabi “barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka sambungkan tali silaturrahim. Di antara cara untuk memperkokoh tali silaturahim, tali persaudaraan dengan sesama adalah dengan cara berbagi, sebagaimana Nabi bersabda:
تَهَادُوْاتَحَابُّوْا
“Hendaklah kalian saling memberi, niscaya kalian akan saling menyayangi” 
Terutama berbagi dengan orang-orang yang lemah. Sebuah pepatah mengatakan: Barang siapa menyayangi yang lemah, maka dia akan menjadi kuat, barang siapa menyayangi yang miskin, maka dia akan menjadi kaya. Nabi Saw bersabda:“Sayangilah yang ada di bumi, niscaya kamu akan disayangi oleh yang ada di langit.” Orang yang gemar berbagi selain akan disayangi oleh sesama, terlebih dia akan disayang oleh Allah Swt. Allah Swt akan menolong, membantu orang-orang yang mau menolong sesamanya (Al-Hadits)
b.    Silaturrahim dengan Allah Swt
Ketika Nabi Saw mengalami keluh kesah karena tantangan dakwah yang dihadapinya, Allah SWT berfirman:
“Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu sangat dekat” (QS Al-Baqarah: 214) 
Allah dekat tentu saja bagi orang-orang yang dekat dengan-Nya. Oleh karena itu tugas kita adalah bagaimana kita berusaha mendekatkan diri kepada Allah Swt. Sebagaimana satu harapan yang pernah disampaikan oleh Rabiah al Adawiyah:
"Jika ibadah yang kulakukan ini karena ingin dimasukkan ke surgamu, maka jauhkan aku dari surgamu, jika ibadah yang kulakukan ini karena ingin dibebaskan dari nerakamu, maka masukanlah aku ke nerakamu, akan tetapi jika ibadah yang kulakukan ini karena ingin dekat denganmu, maka dekatkanlah aku dengan-Mu."
Di antara cara mendekatkan diri kepada Allah Swt adalah dengan cara memperbanyak dzikir, baik dzikir dengan lisan, dengan hati (selalu ingat Allah dalam keadaan apapun), terlebih dzikir dengan perbuatan, yakni apa yang dilakukannya senantiasa dilandasi dengan niat ibadah kepada Allah Swt. Dan dzikir yang paling besar adalah shalat.

Alhasil, manakala kita telah melaksanakan tiga poin di atas, maka janji Nabi: 
تُرْزَقُوْاوَتُنْصَرُوْاوَتُجبَرُوْا
Kita akan diberikan rizki yang berkah, pertolongan Allah dan kemenangan. Semoga kita semua, khususnya penulis bisa menjalankannya, dan semoga Allah Swt berkenan memberikan kita rizki yang berkah, pertongan, dan memberikan kita kemenangan, amin ya Robbal alamin. @enjisme
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
1 Komentar untuk " Tausiah: 3 Kiat Menggapai Keberkahan, Pertolongan Allah dan Kemenangan"

Alhamdulillah, terima kasih sharingnya ya Akhi,silakan mampi juga di blog ane http://tausiah5.blogspot.co.id/2017/01/teman-kita-di-alam-kubur.html

 
Copyright © 2015 Fauzi Ahmad
Template by Kunci Dunia
Kembali ke atas