Tausiah: Bisikan



Oleh : DR. KH. Abun Bunyamin, MA

Setiap manusia pasti mempunyai banyak bisikan, bisikan disini maksudnya pembicaraan hati karena adanya sesuatu yang mengirimkan dari luar atau dari dalam dirinya. Bisikan-bisikan atau hati menjadi sebuah pembicaraan yang menghiasi kehidupan manusia sepanjang hayat yang kemudian akan menjadi perencanaan (‘ajam) dan perbuatan (niat) tergantung sejauhmana bisikan itu mempunyai kekuatan. Kekuatan bisikan akan didukung oleh dua hal yaitu pikiran dan agama, bila agama dan pikiran itu menjadi sebuah kekuatan yang seimbang maka bisikan itu membawa keselamatan dan kebahagiaan yang seimbang pula antara rohani dan jasmani atau dunia dan akhirat.

Secara global konten (isi) bisikan itu ada dua yaitu baik dan buruk atau fujur (jahat) dan taqwa.

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
Yang jahat berarti akan mengatasi hatinya dan yang baik pasti akan mencucikan hatinya, sungguh bahagia dan tenang bagi yang hatinya bersih atau steril dari unsur yang tidak baik (fujur).

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
Sungguh bahagia orang yang telah mensucikan dirinya.

Rasulullah ketika membaca ayat ini berdoa kepada Allah:
اللهم آت نفسي تقواها انت وليها ومولاها وزكها انت خير من زكاها
“Ya Allah datangkanlah pada hatiku ketaqwaannya, Engkau adalah pelindung dan pemeliharanya, maka bersihkan hatiku karena Engkau adalah sebaik-baik yang akan membersihkan hati.”

Di hati manusia ada segumpal daging bila dia baik maka akan baik seluruh tubuhnya dan apabila buruk maka akan buruklah seluruh tubuhnya. (Al-Hadits)

Maksudnya aktifitas dan perbuatan manusia bergantung pada kondisi hatinya, tergantung pada bisikan yang masuk ke dalam hatinya.
Dalam diri manusia ada kelemahan dalam mendorong kepada kebaikan atau mencegah segala dorongan yang membawa keburukan, karena itu kekuatannya hanya pada do’a pada Allah yang selalu membolak-balikan hati manusia.

“Wahai yang selalu membolak-balikan hati tetapkanlah hatiku pada taat dan mencegah maksiat.”

Bisikan yang ada pada setiap diri manusia bila dilihat dari sumbernya ada empat, yaitu: bisikan Rabbaniy, bisikan nafsaniy, bisikan malakiy, dan bisikan syaithaniy. Bisikan rabbaniy artinya bisikan yang mendorong kepada kesucian iman dan tauhid kepada Allah dan terbebasnya hati dari berbagai noda dan dosa. Bisikan malakiy (malaikat) adalah bisikan yang mengarahkan kepada jalan kebenaran dan menjaga dari jalan yang batil. Bisikan nafsaniy (nafsu) adalah dorongan untuk pemenuhan kebutuhan diri buat kepuasaan sesaat dan bisikan syaithaniy adalah bisikan setan yang selalu memberikan alternatif negatif ketika berbuat baik atau alternatif positif ketika akan berbuat maksiat.

Artinya jawaban-jawaban yang muncul dari hati manusia itu sangat banyak, sesuai dengan kodratnya bahwa manusia itu pada persimpangan tidak pernah diam atau pasif.

Eksistensi manusia akan sangat ditentukan oleh sejauh mana kemampuan membedakan di antara empat bisikan tadi. Karena itu manusia yang beragama wajib untuk belajar agar mampu melihat secara jeli terhadap sumber bisikan dan akibat bisikan itu apabila dilaksanakan.

طلب العلم فريضة على كل مسلم ومسلمة
“Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan.”

Dengan belajar manusia akan sadar tentang kekuatan dan kelemahan dirinya.

من عرف ربه عرف نفسه
“Siapa yang mengetahui Allah maka akan mengetahui (kelemahan) dirinya” (Al-Hadits)

Menghadapi persoalan hati bukan persoalan ringan, apalagi kalau dilihat dari gejolak nafsu yang selalu menggelora dimana dorongannya lebih kuat kepada negatif dan nafsu amarah, hanya yang diberi rahmat Allah yang mampu menghadapinya. Yang demikian itu masuk ke dalam kategori perjuangan atau jihad akbar (besar).

Rasulullah ketika pulang dari perang Badar mengatakan: “Kita sudah selesai dari perang kecil menuju perang yang lebih besar, yaitu melawan hawa nafsu.” (Al-Hadits)

Allah menyuruh agar kita pun bersungguh-sungguh mengadapinya:

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ
“Berjuanglah kamu di jalan Allah dengan perjuangan yang sesungguhnya.” (QS. Al-Hajj: 78)

Berartinya perjuangan menghadapi bisikan hati disebabkan empat macam, yaitu:

  • Lemahnya keyakinan terhadap persoalan akhirat
  • Kurangnya pengetahuan yang membedakan antara akibat kebaikan dan keburukan
  • Lebih condong kepada pemenuhan hawa nafsu, sehingga dia tidak mampu menolak ajakannya yang buruk.
  • Lebih mencintai dunia dan kemewahannya denga mempertimbangkan kepentingan pragmatis dan sesaat.

Sabda nabi sesungguhnya bagi setan itu ada kilasan dalam hati manusia, demikian juga malaikat. Adapun kilasan saitan adalah mendukung keburukan dan menolak kebaikan sedangkan kilasan-kilasan malaikat adalah mendukung kebaikan dan membenarkan kebenaran. Siapa yang mendapatkannya maka bersyukur pada Allah sebab itu rahmat dari-Nya, apabila sebaliknya maka berlindunglah kepada Allah. (Al-Hadits)

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ
“Sesungguhnya orang yang bertahan apabila digoda oleh sekelompok setan segera ingat pada Allah kemudian dia segera waspada.” (Q.S. Al-A’raf: 201)

كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Ingatlah! Akan (menjadi) keras hati manusia disebabkan perbuatan (buruk) yang mereka lakukan terus menerus” (QS. Al-Muthaffifin: 14)

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
“Dan janganlah kalian menjerumuskan diri kalian dalam kebinasaan (yaitu perbuatan dosa besar)” (Q.S. Al-Baqarah: 195)
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Tausiah: Bisikan"

 
Copyright © 2015 Fauzi Ahmad
Template by Kunci Dunia
Kembali ke atas