Hadapi Masalah, Bahagia Tanpa Syarat, Demi Meraih Keberuntungan

A. Di antara sumber penyakit fisik

Terkadang penyakit fisik didahului oleh penyakit psikhis (emosional) seseorang, seperti marah, kesal, jengkel dan lain-lain.

Ada beberapa yang meneliti bahwa ketika seseorang marah, kesal, jenglkel, sedih atau khawatir yang berlebihan menyebabkan titik –titik darah mendekat (menggumpal) sehingga aliran darah menjadi tidak lancar, yang menyebabkan badan sering kesemutan, pegal-pegal dan bahkan bisa menyebabkan struk. Sehingga bisa dikatakan bahwa stress itu menyebabkan seseorang menjadi struk. Mari kita hindari stress, karena sangat membahayakan. Kata Stress ditulis dengan menggunakan double huruf “S”, S yang pertama struk dan S yang kedua stop. Orang yang terkena struk biasanya stop (meninggal), walaahu a’lam.

Ada 3 di antara penyebab seseorang menjadi stress, yang dikenal dengan istilah 3 tragis (three tragis), yaitu:
1.Menyesali masa lalu yang berlebihan
2.Tidak terima dengan kenyataan hari ini
3.Terlalu khawair dengan hari esok.

Hari yang sudah berlalu biarlah berlalu, cukup kita ambil pelajaran untuk perbaikan hari ini dan kemajuan hari esok. Apa yang terjadi/menimpa kita hari ini kita terima dengan penuh keridoan dan keikhlasan disertai dengan terus berusaha sekuat tenaga untuk melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya, demi meraih kemulyaan di sisi Allah SWT.

خَيْرُ النَّاسِ اَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“ Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain”


Kita juga tidak perlu terlalu khawatir dengan hari esok, karena hidup ini ada yang Maha mengatur. Jika hari ini seseorang bisa melakukan kebaikan yang terbaik niscaya Allah akan menjamin kebaikan untuknya di hari esok, begitupun seterusnya. Oleh karena itu, mari kita berbekal sebanyak-banyaknya untuk menghadapi hari esok yang lebih baik. Allah SWT berjanji:

وَمَنْ يَتَّقِى اللهَ يَجْعَل لَهُ مَخْرَجًا

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar.”

B. Bahagia tanpa syarat

Orang yang bahagia itu bukanlah orang yang berprinsip” saya bahagia seandainya”. Tapi orang yang berprinsip” saya bahagia walaupun”, artinya ridlo dan ikhlas atas apa yang dia terima dengan penuh kesyukuran dan tawakal (tidak berdiam diri)

C. Keberuntungan

Sepintas sukses dengan beruntung ada persamaannya, akan tetapi ada titik perbedaannya. Sukses itu memang terencana, berdasrkan tahapan-tahapan tertentu, mulai dari jatuh bangun, hingga akhirnya sampai pada yang dicita-citakan. Namun beruntung itu jauh lebih hebat di banding sukses, karena orang beruntung akan mendapatkan hasil yang lebih besar, melebihi target yang direncanakan, diluar nalar manusia, Subhanalloh........

Di antara kiat untuk mendapatkan keberuntungan adalah:
1.Memberi manfaat untuk orang lain sebanyak-banyaknya.

2.Lebih sering berada di Zona Inspirasi ketimbang di zona motivasi, yakni dalam hidupnya tidak hanya sekedar berpikir untuk mendorong dirinya agar semangat menjalani hidup, akan tetapi dia sering berpikir bagaimana dia bisa menjadi bagian solusi dari kehidupan orang lain.

3.Selalu mendo’akan orang lain
Alhasil, mari kita berusaha sabar ketika mendapat kesulitan hidup, bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, selalu berpikir untuk kebaikan orang lain, semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung, amin.

Oleh: Wahyudin, S.Pd.I, Guru SMP Fullday Al-Muhajirin
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Hadapi Masalah, Bahagia Tanpa Syarat, Demi Meraih Keberuntungan"

 
Copyright © 2015 Fauzi Ahmad
Template by Kunci Dunia
Kembali ke atas