7 Pribadi Semut yang Patut Diteladani

SEMUT adalah salah satu hewan kecil yang biasa hidup berkoloni. Coba perhatikan, jarang sekali kita lihat semut beraktivitas sendirian. Semut selalu berjalan beriringan satu sama lain. Meskipun terkadang memang semut itu suka membuat kita kesal karena makanan yang kita simpan dikerubuti oleh mereka. Tapi, dibalik semua itu ternyata ada beberapa hal yang harus kita teladani dari semut dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Tidak pernah putus asa. Saat mereka berjalan beriringan kemudian kita halangi jalan tersebut dengan sebuah benda, semut tidak akan menyerah untuk berhenti berjalan melainkan mereka akan mencari rute lain untuk menyambungkan perjalanan dengan kawanan semut yang lainnya.
  • Tidak pernah malas. Coba perhatikan semut! Setiap hari mereka bekerja dan memanggul makanan tiada henti. Bagi semut, bekerja adalah hal yang paling penting untuk memenuhi kebutuhan hidup.
  • Tidak pernah mengeluh. Semut tidak pernah mengeluh apalagi menyerah. Mereka bisa mengangkat beban yang ukurannya lebih besar dari ukuran tubuhnya.
  • Berjiwa sosial. Coba kita perhatikan saat semut berjalan berpapasan! Mereka seolah-olah berjabat tangan satu sama lain.
  • Cepat melihat peluang. Saat semut melihat atau menemukan makanan dan apapun yang bisa bermanfaat untuk mereka, maka semut tidak akan menunggu atau menyimpannya sampai esok hari. Tapi, semut selalu memanfaatkan peluang yang ada sebelum akhirnya menghilang jika tidak langsung diambil.
  • Peduli. Semut selalu peduli  peka terhadap segala sesuatu yang terjadi pada lingkungannya serta selalu memelihara rasa cinta kasih kepada sesama semut.
  • Bekerja sama. Mereka suka mengangkut sesuatu dengan bersama-sama dan hasilnya pun dinikmati bersama-sama.
Itulah hanya beberapa bagian kecil saja yang patut kita teladani dari semut. Maha suci Allah yang telah menciptakan sesuatu itu dengan hikmah dan keistimewaan tertentu. [retsa/islampos/santos]
Islampos.com
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "7 Pribadi Semut yang Patut Diteladani"

 
Copyright © 2015 Fauzi Ahmad
Template by Kunci Dunia
Kembali ke atas