Dinda dan Rasa Empati Kita

Oleh: Suryandi Temala Sip
MEMBACA kasus “dinda” yang memaki-maki ibu hamil di sosial media memberikan gambaran betapa rasa empati sudah luntur di sebagian masyarakat kita terutama yang muda.
Saya teringat sekali selama kuliah di Damaskus, betapa para wanita, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas amat dihargai di sana. Tidak ada yang menyuruh seorang pun memberikan tempat duduk kepada mereka ketika bus penuh penumpang, malah setiap orang berusaha menjadi yang pertama menawarkan tempat duduknya.
Tentu kita semua sudah sering mendengar malah mungkin hafal hadis sahih Nabi yang artinya “Tidak beriman salah seorang dari kalian sebelum mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.”
Apa makna yang terkandung di dalam hadis tersebut?
Empati.. Ya itulah makna yang begitu indah terkandung di dalam ajaran Islam. Orang yang mencintai orang lain seperti mencintai dirinya sendiri sebenarnya sedang berempati terhadap lingkungannya. Siapapun tidak ingin merasa lapar, lantas ketika melihat ada orang yang kelaparan, ia pun membenci keadaan tersebut karena ia pun merasa tidak sanggup kelaparan. Di saat seperti itu muncul dorongan untuk membantu meringankan lapar orang lain itu meski hanya sementara waktu. Baginya menghilangkan kelaparan orang lain sama seperti menghilangkan rasa lapar yang ia rasakan sendiri, maka tidak heran ada rasa puas bisa membantu orang lain.
“Perlakukanlah orang lain sebagaimana engkau ingin diperlakukan”, kata Nabi Saw.
Lalu siapa saja yang perlu kita cintai?
Ya semua saudara kita tentunya… Saudara kandung, saudara tiri, saudara sekampung, saudara setanah air, saudara sebangsa senegara, saudara seiman bahkan saudara satu keturunan Adam. (Yang merasa berasal dari kera tidak dihitung ya… -aka pengikut Darwin)
Kita semua bersaudara…
Mari menyadari bahwa empati lahir dari rasa simpati, simpati lahir dari rasa peduli, peduli lahir dari perhatian, maka perhatikanlah sekeliling kita untuk memulai langkah demi langkah menuju empati kemanusiaan.
Mari berempati dan ajarkan empati kepada anak-anak kita, generasi muda kita.
Kita tidak akan pernah tahu kapan kita membutuhkan pertolongan ketika hamil atau ketika lanjut usia, lalu tiba-tiba kita sadar bahwa tidak ada yang perduli dengan kita karena generasi penerus kita rata-rata berperilaku seperti Dinda.
Nauzubillah… [] Sumber :  islampos.com
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Dinda dan Rasa Empati Kita"

 
Copyright © 2015 Fauzi Ahmad
Template by Kunci Dunia
Kembali ke atas