Disiplin, Berani, dan Setia dalam Perjusa 1415

30 Januari 2015. Jumat pagi ini tak seperti biasanya bagi seluruh civitas SMP Fullday Al-Muhajirin. Siswa, Guru, dan Staf berseragam coklat pramuka. Tas siswa juga tampak lebih gemuk berisi perbekalan. Sebuah spanduk di gerbang kompleks Al-Muhajirin Kampus 2 menjelaskan hal yang tak biasa ini. "Selamat Datang Peserta Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) 1415 SMP Fullday Al-Muhajirin. Disipilin, Berani, dan Setia". Nampaknya, SMP Fullday Al-Muhajirin sedang mengadakan perkemahan akbar tahunan, Perjusa.

250-an peserta yang merupakan siswa kelas 7, 8, dan 9 berjejer rapi dalam apel pembukaan. Yang bertugas sebagai pembina apel adalah Kakak Fauzi Muslim yang merupakan Pembina Pramuka di SMP Fullday Al-Muhajirin. Dalam Perjusa 1415 sendiri beliau menjadi Komandan Operasi alias Ketua Pelaksana. Dalam amanat singkatnya beliau berharap Perjusa 1415 ini menciptakan siswa yang sesuai tema "Disiplin, Berani, dan Setia".

Selesai apel pembuka para peserta yang terbagi 12 regu langsung di area perkemahan untuk mendirikan tenda dibantu guru dan staf yang ditunjuk sebagai wali regu. 1,5 jam tak terasa habis untuk mendirikan tenda. Bel dari tenda panitia berbunyi menandakan waktu pendirian tenda habis. Peserta bergegas menuju lapangan kondisi untuk menerima materi kepramukaan.

Pukul 10.00 sampai dengan pukul 17.30 peserta menerima materi dari mulai sandi, pertolongan pertama, tali temali, PBB. Shalat jumat, makan siang, dan shalat ashar menjadi jeda antar materi-materi tadi. Hangatnya bubur kacang hijau menjadi penyemangat peserta bakda shalat isya. Pukul 21.30 peserta kembali ke lapangan untuk melaksanakan apel unggun. Pesan dari Kepala Sekolah, Kakak Enang Sutiana selaku pembina apel menjadi pemanas lain selain api unggun yang telah mulai membara. Kreasi seni dari para peserta menjadi penutup malam sebelum tidur.

04.30 peserta kembali dibangunkan. Tahajud bersama hingga berlanjut shalat subuh berjamaah menjadi pembuka hari. Senam pagi dan sarapan menjadi kegiatan selanjutnya. Cari jejak dan permainan regu menjadi pengisi hari ke-2. Lima Pos siap menguji para peserta. Di Pos 1 peserta diuji pengetahuannya tentang kepramukaan. Kehadiran alumni yang menjadi penguji membuat kesan tersendiri bagi para peserta. Di Pos 2 peserta kembali diuji pengetahuannya. Kali ini tentang materi pertolongan pertama. Yang menarik di pos ini adalah hukuman bagi regu yang tidak bisa menjawab berupa push-up bibir.

Setelah dari Pos 2 selang berjalan sebentar peserta dihadapkan pada Pos 3. Di pos ini peserta diuji kemampuannya dalam menyampaikan pesan menggunakan sandi morse. Di Pos 4 kembali kekompakan regu diuji. Peraturan Baris Berbaris (PBB) menjadi ujian di pos ini. Sebagai penutup peserta dihadapkan pada Pos 5 yang mengujikan materi tali temali. Di Pos ini peserta juga berkesempatan melakukan simulasi penyebrangan kering. Pos yang bertempat di area pesawahan tak ayal membuat peserta banyak yang mesti bermandi lumpur karena tidak mampu melewati ujian Pos 5.

Siang telah menjelang. Selesai melakukan pembersihan diri, makan siang dan operasi semut peserta langsung digiring kembali ke lapangan untuk melksanakan apel penutupan. Diumumkan juara-juara dalam berbagai kategori hingga didaulat regu 5 sebagai regu terbaik dalam Perjusa 1415. Hamdalah menjadi kalimat penutup dalam Perjusa tahun ini. Semoga para peserta setelah mengikuti Perjusa 1415 ini menjadi lebih disiplin, berani, dan setia. @enjism
Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Disiplin, Berani, dan Setia dalam Perjusa 1415"

 
Copyright © 2015 Fauzi Ahmad
Template by Kunci Dunia
Kembali ke atas